Baca Juga
Tidak terasa, bulan pertama di tahun 2026 sudah hampir usai. Bagi banyak orang, Januari sering kali menjadi bulan yang berat secara finansial—mulai dari sisa tagihan liburan akhir tahun hingga naiknya harga beberapa komoditas akibat ketegangan geopolitik global belakangan ini.
Jika resolusi keuangan Anda di minggu pertama Januari sempat "berantakan", jangan panik. Masih ada waktu untuk melakukan finishing touch agar Anda bisa masuk ke bulan Februari dengan kondisi kantong yang lebih sehat.
Berikut adalah 4 langkah taktis yang bisa Anda lakukan sekarang juga:
1. Lakukan "Financial Autopsy" Januari
Istilah "Financial Autopsy" (Otopsi Keuangan) adalah sebuah perumpamaan. Sama seperti dokter melakukan otopsi untuk mengetahui penyebab kematian, Anda melakukan "bedah" pada catatan keuangan Anda untuk mengetahui ke mana perginya uang Anda dan apa yang menyebabkan anggaran Anda "mati" atau gagal di bulan Januari.
Langkah pertama bukan menabung, melainkan bercermin. Buka mutasi rekening atau aplikasi pencatat keuangan Anda. Lihat ke mana saja uang Anda pergi selama 30 hari terakhir.
Cek Kebocoran Halus: Apakah biaya langganan aplikasi (SaaS/Streaming) yang tidak terpakai masih menyedot saldo?
Evaluasi Gaya Hidup: Apakah biaya ngopi atau delivery makanan melonjak karena stres di awal tahun? Dengan mengetahui "penyakit" keuangan Anda di Januari, Anda bisa mencegahnya terulang di Februari.
Di tengah situasi dunia yang sedang dinamis—terutama terkait isu energi dan kurs mata uang akibat konflik Iran-AS—memiliki dana cadangan adalah kewajiban, bukan pilihan.
Jika dana darurat Anda terpakai di bulan ini, prioritaskan untuk mengisinya kembali di minggu pertama Februari.
Targetkan minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan dalam bentuk aset yang likuid (mudah dicairkan).
3. Strategi "Low-Spend February"
Strategi "Low-Spend February" (Februari Hemat) adalah sebuah tantangan atau komitmen sadar untuk menekan pengeluaran ke titik paling minimal selama satu bulan penuh.
Di tahun 2026, strategi ini menjadi sangat relevan sebagai "tombol reset" setelah Januari yang biasanya boros, sekaligus sebagai langkah antisipasi jika harga-harga barang naik akibat ketegangan global (seperti isu Iran-AS).
Jadikan Februari sebagai bulan pemulihan. Anda bisa merencanakan tantangan kecil seperti:
No-Buy Challenge: Tidak membeli barang-barang non-primer (baju, gadget, hobi) selama 14-28 hari.
Meal Prep: Masak sendiri di rumah untuk menghindari kenaikan harga pangan di luar rumah yang sering terpengaruh fluktuasi harga energi global.
4. Diversifikasi Portofolio Sesuai Kondisi Pasar
Memasuki Februari, perhatikan pergerakan instrumen investasi Anda. Dengan ketegangan global yang meningkat, instrumen safe haven seperti emas atau reksadana pasar uang biasanya menjadi pilihan yang lebih stabil.
Jangan menaruh semua telur dalam satu keranjang.
Review kembali aset kripto atau saham Anda; apakah masih relevan dengan tren ekonomi 2026?


0 comments