Baca Juga
Salam Bolpenas.com
Peristiwa penting dan hikmah dari kisah para Nabi yang terjadi pada bulan Muharram (khususnya pada hari Asyura, 10 Muharram).
Materi ini disusun secara sistematis agar mudah dipahami, baik untuk
pembelajaran mandiri maupun bahan syiar/sosialisasi.
Pendahuluan: Keutamaan Bulan
Muharram
Bulan Muharram adalah salah satu dari empat Asyhurul
Hurum (bulan-bulan yang dimuliakan). Di dalam bulan ini, terdapat satu hari
yang sangat bersejarah dalam linimasa para Nabi, yaitu Hari Asyura (10
Muharram). Rasulullah SAW bersabda:
"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan
adalah puasa di bulan Allah, Muharram." (HR. Muslim)
Peristiwa Penting Para Nabi di
Bulan Muharram
Berdasarkan berbagai literatur sejarah Islam
dan kitab para ulama (seperti Kitab Al-Jami' li Ahkam Al-Qur'an oleh
Imam Al-Qurtubi), berikut adalah beberapa peristiwa agung yang terjadi pada
tanggal 10 Muharram:
1.
Selamatnya Nabi Musa AS dari Kejaran Firaun
·
Peristiwa: Nabi Musa AS dan Bani Israil terjebak di tepi
Laut Merah sementara pasukan Firaun mengejar di belakang. Atas perintah Allah,
Nabi Musa memukulkan tongkatnya, laut terbelah, dan mereka selamat. Firaun dan
tentaranya tenggelam.
· Sejarah: Peristiwa inilah yang menjadi alasan awal disunnahkannya puasa Asyura, sebagai bentuk syukur atas kemenangan iman atas kekufuran.
2.
Berlabuhnya Bahtera Nabi Nuh AS
·
Peristiwa: Setelah berbulan-bulan terapung di tengah
banjir besar yang menenggelamkan kaum yang ingkar, bahtera Nabi Nuh AS akhirnya
berlabuh dengan selamat di Bukit Judi pada hari Asyura.
3.
Selamatnya Nabi Ibrahim AS dari Kobaran Api
·
Peristiwa: Nabi Ibrahim AS diselamatkan oleh Allah SWT
dari siksaan Raja Namrud yang membakarnya hidup-hidup. Allah menjadikan api
tersebut dingin dan menyelamatkan (bardan wa salama).
4.
Bebasnya Nabi Yusuf AS dari Penjara
·
Peristiwa: Setelah mengalami ujian berat mulai dari
dibuang ke sumur, difitnah, hingga mendekam di penjara Mesir, Nabi Yusuf AS
akhirnya dibebaskan dan dibersihkan nama baiknya pada bulan ini.
5.
Sembuhnya Nabi Ayyub AS dari Penyakit
·
Peristiwa: Nabi Ayyub AS menderita penyakit kulit yang
parah selama bertahun-tahun hingga kehilangan harta dan keluarga. Beliau tetap
sabar, dan pada hari Asyura, Allah menyembuhkannya serta mengembalikan
keberkahannya.
6.
Keluarnya Nabi Yunus AS dari Perut Ikan
·
Peristiwa: Setelah bertahan di dalam tiga kegelapan
(malam, laut, dan perut ikan) seraya tiada henti memanjatkan doa tauhid, Nabi
Yunus AS dikeluarkan oleh Allah SWT ke daratan dengan selamat.
Hikmah yang Dapat Diambil
(Ibrah)
Setiap kejadian di atas bukan sekadar dongeng
masa lalu, melainkan memiliki hikmah mendalam untuk kehidupan kita saat ini:
1.
Pertolongan Allah Selalu Datang Bersama Kesabaran
Kisah Nabi Musa di tepi laut atau Nabi Yunus di
dalam perut ikan mengajarkan bahwa ketika manusia sudah berada di titik nadir
dan secara logika tidak ada jalan keluar, iman dan kepasrahan total
kepada Allah akan mendatangkan mukjizat dan pertolongan yang tidak
disangka-sangka.
2.
Keadilan Pasti Mengalahkan Kezaliman
Tenggelamnya Firaun dan hancurnya kaum Nabi Nuh
menjadi bukti nyata bahwa kekuasaan, kekayaan, dan kekuatan fisik manusia tidak
ada artinya di hadapan keadilan Allah. Kezaliman mungkin terlihat menang di
awal, namun kebenaran (al-haq) yang akan abadi.
3.
Pentingnya Rasa Syukur dan Refleksi Diri
Nabi Nuh AS dan Nabi Musa AS langsung melakukan
sujud syukur dan berpuasa setelah menerima keselamatan. Bulan Muharram adalah
momen terbaik bagi kita untuk menghidupkan kembali tradisi bersyukur atas
segala nikmat dan keselamatan yang telah kita terima sepanjang hidup.
4.
Ujian Adalah Bentuk Kasih Sayang Allah
Kisah Nabi Ayyub AS dan Nabi Yusuf AS
menunjukkan bahwa ujian berat (sakit dan penjara) bukanlah tanda Allah murka,
melainkan proses "penempaan karakter" dan peningkatan derajat sebelum
akhirnya Allah memberikan kemuliaan yang jauh lebih besar.
Kesimpulan & Amalan
Praktis
Bulan Muharram adalah bulan kemenangan para
nabi dan momentum untuk hijrah (bertransformasi) menjadi pribadi
yang lebih baik.
Amalan utama yang dianjurkan:
1. Puasa Tasu'a (9 Muharram) dan Puasa
Asyura (10 Muharram) untuk menghapus dosa setahun yang lalu sekaligus
membedakan diri dari tradisi kaum terdahulu.
2. Memperbanyak Tadabbur Kisah Nabi untuk
memperkuat mental dan optimisme dalam menghadapi persoalan hidup.
3. Meningkatkan Kepedulian Sosial dengan
berbagi atau bersedekah kepada yang membutuhkan, meneladani sifat kedermawanan
para nabi.


0 comments