-->
    BLANTERORBITv102

    BUDAYA SIWAK SEBAGAI ZERO WASTER CARE "Alternatif Sikat Gigi Ramah Lingkungan"

    Rabu, 23 September 2026

    Baca Juga

     


    Salam Bolpenas.com

    Secara bahasa (etimologi) : kata siwak berasal dari Bahasa Arab yang merujuk pada alat untuk menggosok atau membersihkan mulut dan gigi. Secara istilah (Terminologi) siwak adalah penggunaan kayu dahan dari pohon salvadora perisca (pohon arak), yang dikupas ujungnya hingga membentuk serabut  halus menyerupai gigi alami untuk membersihkan karang dan plak gigi.

    Dalam kitab Fathul Qorib karangan Muhammad bin Qasim bin Muhammad Al-Ghazi ibn Al-Gharabili Abu Abdillah Syamsuddin dijelaskan bahwa bersiwak adalah salah satu kesunnahan wudhu.

    HUKUM BERSIWAK

    Siwak disunnahkan pada semua keadaan. Siwak juga tidak dimakurhkan tanzih (pembersihan, penyucian, dan pemeliharaan kebersihan diri/fisik) kecuali setelah tergelincirnya  matahari untuk orang yang berpuasa, baik puasa fardlu dan sunnah.

    Hukum makruh tersebut menjadi hilang dengan terbenamnya matahari. Namun Imam an Nawawi lebih memilih hukum tidak makruh secara mutlak.

    TEMPAT-TEMPAT  YANG DISUNAHKAN UNTUK BERSIWAK

    Siwak di dalam tiga tempat lebih disunnahkan dari dari pada temoat yang lain:

    Salah satunya adalah ketika berubahnya keadaan mulut karena azm. Azm ada yang mengartikan diam terlalu lama, dan ada yang mengatakan bahwa azm adalah tidak makan. Para Mushanif menyatakan “wa ghaoiruhu” (dan sebab azm), tidak lain agar mencakup perubahan mulut sebab selain azm, seperti memakan makanan yang berbau kurang sedap seperti bawang merah,bawang putih dan lainnya.

    Yang kedua adalah ketika saat bangun tidur.

    Yang ketiga adalah saat hendak sholat fardhu dan sunnah. Selain ketiga tempat itu, juga sangat dianjurkan di tempat-tempat yang disebutkan di kitab-kitab  yang panjang penjelasannya seperti akan membaca Al-qur’an dan kuningnya gigi.

    TATA CARA BERSIWAK

    Saat bersiwak disunnahkan untuk niat sunnah siwakan, bersiwak menggunakan tangan kanan, memulai dari mulut bagian kanan, dan menjalankan siwak secara lembut  ke bagian langit-langit tenggorokan dan gigi geraham.

    MANFAAT PENGGUNAAN SIWAK SEBAGAI ZERO WASTER PERSONAL CARE

    1. 100% bebas plastik (zero Plastik Waste)

    Siwak digunakan langsung dari batang kayu aslinya tanpa memerlukan bulu sikat sintetis atau kemasan tube berbahan plastik/aluminium.

    Fungsi 2-in-1 (Menggantikan Sikat dan Pasta Gigi) Siwak mengandung bahan kimia alami yang bertindak sebagai pembersih sekaligus pelindung gigi, sehingga tidak memerlukan pasta gigi tambahan.

    ·  Pembersih Mekanis: Serat batangnya berfungsi sebagai bulu sikat alami untuk mengikis plak.

    ·  Pasta Gigi Alami: Mengandung antibakteri alami, flourida, silika, sodium bikarbonat, dan vitamin C yang keluar secara alami saat dibasahi air ludah atau air bersih.

    Hemat Air dan Energi saat Digunakan Menyikat gigi dengan siwak tidak membutuhkan pembilasan air yang berlebihan seperti saat menggunakan pasta gigi biasa. Praktik ini meminimalkan konsumsi air dalam rutinitas perawatan diri harian.