Baca Juga
Secara bahasa (etimologi) : kata siwak berasal dari Bahasa
Arab yang merujuk pada alat untuk menggosok atau membersihkan mulut dan gigi.
Secara istilah (Terminologi) siwak adalah penggunaan kayu dahan dari pohon salvadora
perisca (pohon arak), yang dikupas ujungnya hingga membentuk serabut halus menyerupai gigi alami untuk
membersihkan karang dan plak gigi.
Dalam kitab Fathul Qorib karangan Muhammad bin Qasim bin
Muhammad Al-Ghazi ibn Al-Gharabili Abu Abdillah Syamsuddin dijelaskan bahwa bersiwak
adalah salah satu kesunnahan wudhu.
HUKUM BERSIWAK
Siwak disunnahkan pada semua keadaan. Siwak juga tidak
dimakurhkan tanzih (pembersihan, penyucian, dan pemeliharaan kebersihan
diri/fisik) kecuali setelah tergelincirnya
matahari untuk orang yang berpuasa, baik puasa fardlu dan sunnah.
Hukum makruh tersebut menjadi hilang dengan terbenamnya
matahari. Namun Imam an Nawawi lebih memilih hukum tidak makruh secara mutlak.
TEMPAT-TEMPAT YANG
DISUNAHKAN UNTUK BERSIWAK
Siwak di dalam tiga tempat lebih disunnahkan dari dari pada temoat
yang lain:
Salah satunya adalah ketika berubahnya keadaan mulut karena azm.
Azm ada yang mengartikan diam terlalu lama, dan ada yang mengatakan bahwa azm
adalah tidak makan. Para Mushanif menyatakan “wa ghaoiruhu” (dan sebab azm),
tidak lain agar mencakup perubahan mulut sebab selain azm, seperti memakan
makanan yang berbau kurang sedap seperti bawang merah,bawang putih dan lainnya.
Yang kedua adalah ketika saat bangun tidur.
Yang ketiga adalah saat hendak sholat fardhu dan sunnah. Selain
ketiga tempat itu, juga sangat dianjurkan di tempat-tempat yang disebutkan di
kitab-kitab yang panjang penjelasannya
seperti akan membaca Al-qur’an dan kuningnya gigi.
TATA CARA BERSIWAK
Saat bersiwak disunnahkan untuk niat sunnah siwakan,
bersiwak menggunakan tangan kanan, memulai dari mulut bagian kanan, dan
menjalankan siwak secara lembut ke
bagian langit-langit tenggorokan dan gigi geraham.
MANFAAT PENGGUNAAN SIWAK SEBAGAI ZERO WASTER PERSONAL CARE
- 100% bebas plastik (zero Plastik Waste)
Siwak digunakan langsung dari batang kayu aslinya tanpa
memerlukan bulu sikat sintetis atau kemasan tube berbahan plastik/aluminium.
Fungsi 2-in-1 (Menggantikan Sikat dan Pasta Gigi) Siwak mengandung
bahan kimia alami yang bertindak sebagai pembersih sekaligus pelindung gigi,
sehingga tidak memerlukan pasta gigi tambahan.
· Pembersih Mekanis: Serat
batangnya berfungsi sebagai bulu sikat alami untuk mengikis plak.
· Pasta Gigi Alami:
Mengandung antibakteri alami, flourida, silika, sodium bikarbonat, dan vitamin
C yang keluar secara alami saat dibasahi air ludah atau air bersih.
Hemat Air dan Energi saat Digunakan Menyikat gigi dengan siwak tidak
membutuhkan pembilasan air yang berlebihan seperti saat menggunakan pasta gigi
biasa. Praktik ini meminimalkan konsumsi air dalam rutinitas perawatan diri
harian.

0 comments